8.10.13

Apa Beda Obat Generik dan Obat Paten?

Sebagai orang awam, saya bukanlah orang yang mengerti tentang obat. Ketika sakitpun, sangat malas rasanya untuk berobat ke puskesmas ataupun rumah sakit, yang sebenarnya bisa menyehatkan saya dengan lebih cepat.
Tapi terkadang berobat merupakan pilihan yang akhirnya dipilih, ketika kesehatan fisik sangat dibutuhkan.
Dan, obat seperti apakah yang saya pilih?

Oke, harus dikoreksi dahulu.. Bukan saya yang memilih obat, karena saya "buta" akan hal itu. Saya, dan begitu juga keluarga ketika sakit, hanya memeriksakan diri ke puskesmas dan diberi beberapa jenis obat, tak lupa dilengkapi juga dengan jumlah dosis yang harus diikuti.

Apakah itu obat generik? apa itu obat paten?

[sekali lagi] Saya "buta" dengan hal-hal seperti itu. Anggap saja, saya orang awam yang hanya tau.. ketika obat yang dimakan bisa menghilangkan penyakit, berarti itu obat yang bagus. Walau mungkin ada segelintir orang yang menganggap merk tertentu lebih baik.

Suatu ketika, kampus saya melaksanakan program KKN. Disana saya se-nagari dengan mahasiswa Farmasi, yang "kebetulan" memiliki program kerja Sosialisasi obat Generik dan Obat Paten ke masyarakat di tempat KKN. Disana saya baru tau, ada yang namanya obat paten. Sementara obat generik, pertama beberapa kali terdengar di iklan televisi.


She said, obat paten itu lebih mahal daripada obat generik, karena ia memiliki hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya. Tapi untuk khasiatnya, obat generik tidak kalah dari obat paten. Obat paten lebih mahal bukan karena keampuhan produknya, tetapi karena ada hak paten dan memiliki kemasan yang menarik. Selagi bahan dasar dan kualitas bahan dasarnya sama, khasiat obat paten dan obat generik-pun akan tetap sama. Hanya beda nama, kemasan, dan harga.

***

Rasa penasaran saya membuat saya ingin lebih tau banyak hal tentang perbedaan kedua jenis obat ini. Google-pun menjadi tempat bertanya yang pas.
Setelah lama berkelana di google, akhirnya didapatlah kesimpulan :

1. [TERNYATA] obat paten itu adalah obat baru yang ditemukan oleh Industri Farmasi berdasarkan riset. Setelah melalui berbagai tahapan uji klinis, obat paten diberi masa hak paten 10 tahun / 20 tahun (berdasarkan UU No 14 tahun 2001).

2. Kenapa obat paten lebih mahal? Harga yang mahal tersebut berasal dari biaya riset, biaya produksi dan biaya promosi. Harga itulah yang dibebankan ke pasien.

3. Setelah masa paten obat habis, apa yang akan terjadi? Ketika masa paten berakhir, Industri Farmasi lain bisa mulai memproduksi dan memasarkan obat paten dengan menggunakan merek-merek lainnya. Obat tersebut dinamakan obat generik bermerek, yang bukan merupakan obat paten lagi. Obat generik bermerek diberi nama atau merek dagang sesuai kehendak produsen obat. Biasanya salah satu suku katanya mencerminkan nama produsennya, beda dengan obat generik "biasa" yang tidak memiliki merek dagang. Harga obat generik bermerek-un lebih mahal dari obat generik "biasa".

4. Lalu kenapa dengan kualitas yang sama, obat generik lebih murah? Karena obat generik diproduksi dengan nama yang sama dengan zat adiktif berkhasiat yang dikandungnya, sehingga masyarakat lebih familiar dengan nama obat tersebut, dan khasiat obatnya. Contohnya saja parasetamol, semua orang tau ketika demam, parasetamol-lah yang bisa menyembuhkannya. Jadi, obat generik tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk melakukan promosi lagi. Harga dari obat generik-pun telah ditetapkan sesuai peraturan.
"Obat Generik adalah obat yang bermutu tinggi dan telah melalui quality control yang sangat ketat. Obat generik adalah obat yang berkualitas."


5. [TERNYATA] obat yang diberikan apoteker ataupun puskesmas adalah obat generik. Melalui Permenkes No: HK.02.02/Menkes/068/I/2010, setiap institusi layanan medis Pemerintah wajib menggunakan obat generik.

***

Akhirnya semua pertanyaan itu terjawab juga, obat generiklah yang selama ini sering saya konsumsi. Harga terjangkau, penyakit-pun hilang :)

Jangan mau terpengaruh dengan merek ya! Merek yang ternama belum tentu lebih hebat dari  yang bermerek biasa saja.

Jangan sampai terpengaruh dengan harga juga! Karena tidak selamanya harga yang mahal itu sebanding dengan kualitas produk yang dimiliki.

Selagi ada obat dengan harga yang lebih murah, kenapa harus membeli obat yang mahal? Toh kualitasnya sama saja!

Hidup obat generik! :D

nb:
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Gebyar Farmasi Universitas Andalas


sumber gambar:
http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/17/1138155620X310.jpg
http://tinypic.com/view.php?pic=2lu5e8i&s=5#.Ul9HY9Kl6So
http://tinypic.com/view.php?pic=drclmu&s=5#.Ul9HPtKl6So

8 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...