17.4.13

UN Kacau, Siapa Yang Harus Disalahkan?

Siapa sangka Ujian Nasional yang merupakan agenda tahunan, dan sudah berpuluh tahun dilaksanakan bakal jadi sekacau ini..
Gak yakin penyebabnya karena korupsi yang lagi ngetrend di kalangan pejabat, atau emang kurang koordinasi antara semua pihak terkait, atau malah sengaja buat cari sensasi? who knows..


Yap..
UN sekarang itu lebih cocok terjadi kalau ceritanya UN baru pertama kali diadain tahun ini.. Kalau kayak gitu lain ceritanya.. Tapi ini jelas bukan yang pertama. Sepertinya istilah "hari ini harus lebih baik dari hari kemarin" gak berlaku buat petinggi-petinggi disana. Mungkin lebih tepat dibilang "hari kemarin harus lebih baik dari hari ini". Hmm..

Dan sekarang, siapa yang mesti tanggung jawab dengan soal yang gak sampai ke 11 provinsi? Belum lagi masalah-masalah lain seperti :
- kekurangan soal, sehingga siswa harus nunggu sampai soal selesai di fotokopi baru bisa ngerjain UN. Kurangnya juga bukan 1 atau 2 soal, tapi bisa nyampe ratusan soal. Ckck #miris
- Lembar jawaban yang tipis, bahkan buat menghapus jawaban salah pun harus hati-hati jangan sampai kerjas jawaban sobek. Setipis itu kah? Perasaan kalau TO (bukan ujian yang sebenernya), LJK ujiannya tebel kok.. Haduuh..
Tapi buat masalah LJK ini kita berpikir positif aja kali ya, mungkin aja pemerintah emang lagi GO GREEN, jadi gak boleh bikin LJK tebal-tebal, biar gak banyak pohon yang terbuang nantinya #eaa
-dll..


Masalah-masalah tersebut sangat memungkinkan soal & jawaban rentan bocor, kunci jawaban bertebar dimana-mana. Kalau begitu untuk apalagi ada ujian nasional? Formalitas? Toh, tanpa masalah tersebut, setiap tahunnya pasti ada "kunci jawaban" yang selalu merebak menjelang UN.. apalagi sekarang?



"Penghematan" besar-besaran yang dilakuin pemerintah (mungkin), tentunya memberi kesan yang sangat mendalam bagi seluruh siswa peserta UN..
Siswa menjadi tertekan dan tidak yakin bisa lolos ujian dengan lembar jawaban memiriskan, apalagi siswa yang terpaksa "harus" mempersiapkan diri untuk ujian nasional di hari lain karena UN yang ditunda.. Padahal sebagian temannya udah selesai UN.

Last..
Ayolah pemerintah..
Jangan terlalu "hemat" untuk pendidikan di negeri ini.. Masa uang untuk pendidikan di "potong" juga? Toh kalau generasi muda di negeri ini cerdas, yang maju kan negeri kita juga..
So pliss.. Jangan permainkan masalah pendidikan ini.. Kebijakan-kebijakan yang tiap tahun berganti cukuplah stop sampai disini, mending stop sama satu kebijakan dan diperbaiki sistemnya.. Kalau emang tahun depan mau lebih buruk dari tahun ini, mending UN-nya ditiadakan saja.. Gampang kan?

#PrayForUN2013
#PrayForPendidikanIndonesia

UN 2013.. Terlalu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...