28.4.11

Mengapa kamu tak bahagia?

Ada beragam cara untuk bisa merasakan kebahagiaan. Kamu bisa merasa bahagia ketika keinginan dan cita-citamu terpenuhi. Kamu akan bahagia ketika sedang berada dalam kondisi sehat dan tidak diberikan sakit oleh Yang Maha Kuasa. Kamu bahagia ketika kebutuhanmu dan keluarga bisa terpenuhi. Kamu bahagia ketika pasanganmu begitu mencintai dan menyayangi kamu. Dan masih banyak lagi hal yang sejatinya bisa membawa kebahagiaan untukmu.

Namun demikian, tak jarang kita temui orang-orang yang dilimpahi sekian banyak alasan untuk bisa bahagia, tetapi nyatanya ia tidak bisa merasakan kebahagiaan. Mengapa demikian?


Ada sebuah kalimat bijak yang patut kita renungkan :
“Bukan bahagia yang membuat Anda bersyukur, melainkan bersyukur yang membuat Anda bahagia.”
 Dalam hidup ini, pasti ada yang akan kita miliki, dan ada pula yang cukup kita lihat sebagai milik orang lain. Ada yang datang, dan ada pula yang pergi.
Dalam hidup ini, pasti kita akan berhasil pada satu dan beberapa hal, tapi boleh jadi kita gagal dalam satu dan beberapa hal.
Dalam hidup ini, kita akan tertawa dan kita juga akan menangis. Maka bagaimana kamu memaknai hidup ini, terkadang itulah yang justru menipumu .

 Mengapa kamu tak bahagia?
Pertama, kamu membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain sehingga yang muncul adalah “rumput tetangga terlihat lebih hijau” di matamu. Ini menyebabkan kamu nggak henti-hentinya ngiler ngeliat kehidupan orang lain. Sehingga kamu pun merasa kehidupan saat ini tidak lagi menyenangkan dan membahagiakan. 

Kedua, yang membuatmu tak bahagia adalah karena kamu sering berandai-andai tentang masa lalu. Misalnya, “Jika aku dulu … [baca: titik-titik-titik]”. Beragam pilihan hidup yang telah kamu ambil kamu sesali, hidupmu pun lebih sering diisi dengan “nostalgia” masa lalu yang jelas-jelas tak mungkin akan kembali. Kamu pun menjadi setengah hati menjalani kehidupanmu saat ini. 

Sejatinya setiap orang diberikan takaran waktu yang sama setiap harinya: 24 jam! Itulah waktu yang gw jalani dan waktu yang sama itu pula yang kamu jalani. Semoga di waktu yang terus berjalan dan tidak akan kembali ini, kita bisa melewatinya dengan sibuk mensyukuri segala hal yang kita alami, serta sibuk memperkaya arti kehadiran diri kita di muka bumi.

Mari kita syukuri apa yang kita miliki saat ini… Bila tidak, maka bersiaplah untuk menderita…


Sumber: SuksesMulia Jamil Azzaini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...